Liburan

Jogja 9 September 2010
Ini Perjalanan yang kuulang 20 thn kemudian. Boleh saja tertawa. Tapi begitulah adanya. Terakhir kali aku menghirup udara dingin Kaliurang adalah ketika aku masih semester 2 perguruan tinggi. Dan sekarang aku kembali membawa 3 orang anak perempuan untuk kuperkenalkan dengan panorama exotis alam Jogjakarta.

Waktu tempuh Bekasi - Jogja lewat jalur utara, cukup lama karena masih dalam situasi mudik lebaran, menikmati suasana macet di tol Pejagan sebelum masuk Brebes. Dari Bekasi sekitar jam 5 sore dan tiba di Jogja jam 8 Pagi, perjalanan yang melelahkan.

Gerimis Pagi saat memasuki Jogja

10 September
09.00

Setibanya di Jogja, pertama yang kami lakukan adalah mencari penginapan secepatnya, untuk sejenak beristirahat. maklum, berjam-jam terlipat di mobil, bikin tulang belakang terasa mau patah, juga anak-anak pastilah butuh sarapan karena sudah sangat lapar.
Hotel yang kami dapat cukup nyaman, terletak tak jauh dari Malioboro. sengaja seperti itu untuk memudahkan mobilisasi bila harus ke pusat kota. Begitu pintu kamar dibuka.....braaaakkkk.....semua melempar diri ke tempat tidur. Capeeeekkkk.......

12.00
Dari hotel, kami cari makan siang. Tak jauh dari hotel kami menemukan sebuah kedai soto yang ramai dikunjungi, hmm pastilah rasanya istimewa, tanpa ragu kami memilih untuk makan siang disana. Tapi sayang nama jalan dan kedainya lupa dicatat. Mungkin karena sudah keroncongan, jadi ga sempet mikir untuk dokumentasi.
Dugaan kami benar. Sotonya istimewa sekali. Kalau aku jadi reporter untuk acara kuliner pasti deh aku rekomendasikan untuk ditampilkan di tv.

13.00
Menuju Parangtritis. Panas. tapi karena kenyang dan semangat...jadi ga ada masalah deh.
Tiba di Parangtritis pkl 15.00. Masih panas. Pasir yang terinjak dengan kaki telanjang sungguh terasa membakar telapak kaki.

Parangtritis pantainya landai, tidak cocok untuk berenang. Tapi pemandangannya tetap cantik.
Tapi itu tak berlangsung lama. 30 menit kemudian cuaca berubah. Awan gelap muncul suasana mendung mengantung di langit.Tapi pantai yang landai ini tetaplah menarik untuk dinikmati. sepanjang mata memandang, hamparan gelombang besar dan tinggi  yang berkejaran menuju bibir pantai yang berpasir halus. Orang-orang terlihat berjalan di
sepanjang pantai. Aku tak menyia-nyiakan kesempatan. Bersama ke-3 anakku, kami bermain kejar-kejaran ombak. Kami berjalan agak ketengah saat ombak surut dan buru-buru berlari menuju pantai saat ombak datang.Siapa yang mencapai  pantai tanpa basah kuyup diterjang ombak dialah pemenangnya. seru juga. Anak-anak berteriak senang. Termasuk aku tentu saja. Dan bisa ditebak, semua kami basah kuyup.
Jam menunjukkan 17.30 saat kami memutuskan untuk kembali ke hotel. tadinya untuk menghemat waktu, mungkin lebih baik langsung ke Malioboro? Tapi siapa yang tahan dengan baju basah kuyup berpasir seperti ini. Memang sebaiknya kembali ke Hotel terlebih dulu untuk membersihkan diri.

19.00
Semua pasukan sudah siap. Bahkan si kecil yael, tidak susah untuk diurus. pokoknya kalau judulnya 'Liburan' pastilah Yael berubah sejenak menjadi anak yang mandiri dan tidak merepotkan. well, karena semua sudah siap, kami pun berangkat. Tidak butuh waktu lama untuk mencapai Malioboro, tapi yang lama adalah mencari tempat parkir karena ternyata jalanan macet dan tidak ada tempat parkir. Akhirnya kakak sepupuku memutuskan untuk menurunkan kami di depan kedai makan yang bertebaran di sepanajang Malioboro.Kamipun turun dan segera menyerbu sebuah kedai makan lesehan yang menyediakan menu khas Jogja, Nasi Gudeg + Krecek....hmmm lezatnya.

Sesudah memuaskan mulut dan perut, kami tidak melewatkan saat-saat terpenting di Malioboro. Apalagi kalau bukan belanja Batik?Dari ujung ke ujung, satu persatu, Ada baju, rok, kaos batik, Kerajinan Tangan, Tas, Asesories, Sendal batik, ...semua khas Jogja...dan satu lagi...murah meriah. Sehelai baju anak-anak dihargai 35rb rupiah dan setelah sedikit ngotot menawar, akhirnya kubeli dengan harga 20rb rupiah, hahahaha...3 potong masuk kantong. Belum lagi baju batik dewasa, yang di jakarta seharga 70rb an, disini hanya 35rb rupiah. Kakakku kalap, semua diborong dengan alasannya untuk oleh-oleh. Lumayan murah meriah.Puas berbelanja, kami kembali ke hotel.Capek, tapi senang sekali.

11 September 2010
09.00
Kaliurang - we're coming. Lokasinya yang terletak 25km sebelah utara Jogja, diketinggian 900m dari permukaan laut, persis  di kaki Gunung Merapi. tak diragukan lagi hawa sejuk yang menyelimuti serta hijau pemandangan disekeliling menjadi pesona tersendiri bagi Kaliurang. Aku agak surprise juga karena sudah banyak sekali, vila dan penginapan yang dibangun sepanjang jalan menuju wisata Kaliurang. 20 tahun lalu tentu saja masih sepi dan hanya pohon-pohon hijau menjulang.
 Suasana sepi (mungkin karena masih dalam suasana Lebaran, atau mungkin karena kunjungan kami yang terlalu pagi). Tapi justru suasana itu membuat kami lebih leluasa mengambil foto di beberapa sudut tempat.


Lokasi wisata Kaliurang sendiri tidak terlalu luas. Seperti sebuah lembah hijau dengan pemandangan khas kaki gunung yang dipenuhi pepohonan tinggi. Ada sebuah danau kecil (aku ga tau pasti apakah itu alam atau buatan). Dan dibalik ketinggian tersembunyi hampir puluhan gua Jepang sisa peninggalan perang. Tapi, aku tidak berniat masuk ke sana . Selain membawa rombongan anak-anak, hari ini agenda ke-2 adalah Borobudur.


12.30
Menuju Borobudur. Lalulintas mulai macet.Tiba di pelataran parkir yang penuh sesak oleh pengunjung. Untungnya tak lama kemudian kami mendapat tempat parkir.Segera sesudahnya kami menuju loket penjualan karcis. Rp 30.000, untuk dewasa dan Rp 12.000 untuk anak balita. settelah semua beres kami menuju pintu pemeriksaan karcis. Menuju ke sana, beberapa penjual asesories dan makanan sudah silih berganti menawarkan dagangannya. Tak ketinggalan beberapa tukang ojek payung memanfaatkan cuaca yang mendung, sambil berpromosi "ayo bu, sedia payung sebelum hujan...murah tidak dibatasi waktu, sampai selesai hanya limaribu rupiah". Promosi yang lumayan jitu, karena semua orang langsung berebut untuk sewa payung.Termasuk kami. Sewa 3 payung sekaligus!Dan 10 menit kemudian, hujan turun dengan lebat......





Menaiki tangga Borobudur dengan situasi hujan, padat orang, plus semua pegang payung, tentu tidak mudah. Jarak pandang yang terlalu dekat, dan desak-desakkan payung, membuat langkah melambat di tangga dan akhirnya penumpukan manusia. walaaahhh......!!!
Tapi tak otomatis membuat semangat kami surut. Namanya anak-anak, kondisi seperti ini justru dimanfaatkan untuk basah-basahan bermain hujan sekaligus berwisata. Kan jarang-jarang main hujan tanpa di marahi mama. Heheheheh.
Candi Borobudur itu masterpiece. Salah satu World Wonder Heritages. Luarbiasa.Bangunan yang berundak-undak hingga 10 tingkatan. Bayangkan kami menaiki sebuah bangunan yang tingginya kurang lebih hampir 34 meter.Benar-benar olahraga yang efektif.
Menaiki tangga demi tangga, seperti membaca  halaman demi halaman buku cerita. Setiap relief di dinding candi menceritakan kisah legenda. Menurut keterangan dari seorang pemandu, itu adalah kisah Ramayana.tak terpikir betapa luar biasa tehnik arsitektur yang berkembang di jaman itu.


18.30
Kami meninggalkan Borobudur. Kedinginan. Anak-anak langsung mengambil posisi wuenaknya  di mobil untuk tidur. kami menuju Semarang. Arah pulang. Kami sengaja mengambil hari ke-2 Lebaran untuk kembali ke Bekasi. Menghindari macet tentu saja. Benar saja. Jalanan sepi. Kendaraan dipacu dalam kecepatan sedang, 80-100/jam. Berhenti beberapa kali untuk makan malam dan juga kebutuhan alami lainnya.
Tiba di Karawang dini hari, kakak sepupuku terlihat agak lelah dan ngantuk. Jadi kami memutuskan untuk beristirahat di sebuah SPBU. Kira-kira 3 jam kemudian, setelah cukup beristirahat, kami melanjutkan perjalanan. Jam 5.30 pagi kami keluar tol Bekasi. Tiba di rumah, saat matahari belum sepenuhnya terbit. Terimakasih Tuhan, kami tiba dengan selamat.

Home sweet home.
Rumah berantakan. Cucian piring numpuk, baju kotor numpuk, sampah juga numpuk. Tapi daripada pusing memikirkan pekerjaan, lebih baik aku dan anak-anak memutuskan untuk tidur. Istirahat. Mengembalikan otot-otot yang kaku dan penat. Luar biasa nyaman bisa merasakan hangatnya suasana rumah kembali.