Thursday, December 29, 2011

H u j a n m u


Sayang, Desember hampir mencapai  ujung,  dan
Hujan semakin gencar berkunjung
Membasuh letih kalbu, hingga lumpuh oleh rindu



Sayang, irama hujan yang kau sangka nyanyian perang itu
 adalah  debar  debur jantung yang riuh bersenandung
aku terayun limbung, oleh mata hujan, tangan hujan, kaki hujan
yang berulang-ulang singgah di genangan
 bermain  teka-teki, yang salah kuberi arti



aku melayang…… berputaran digugus bintang. Menggelombang, membentang, terayun oleh perasaan, yang nyatanya hanya bayangan. Menamparku, mendamparku….hingga  lupa jalan pulang 



sayang...kau, rinai hujan  pagi hari
Mengalir menghilir ke ujung bening mata
Mencairkan gairah
Yang tak pernah puas kuserap, kuresap

Aku, kabut Januari
Terbang sendiri
Meradang sendiri
Menginginkan hujanmu mengguyur aku, agar aku lentur oleh waktu!