Monday, February 13, 2012

Masterchef

Bagaimana sebuah chocolate mouse taart ala resto ternama  bisa tersaji di pinggan putih ini?
Aku mengira kau telah mencuri resepnya  mengendap di malam buta dan mengolahnya saat purnama.
membuat ku kian gugup dan berkeringat  saat garpu dan pisau beradu bersentuhan,  memasukkan potongan demi potongan  untuk mencecap manis kenangan.


‘Aroma yang tajam! ‘ ujarmu menghirup  wangi rum yang jatuh di ujung  helai  gaunku,kau sesap begitu  nikmat.Langit berubah ungu, matahari  biru, membalur  kilau di segala penjuru.


Kau mulai lihai  mencampur bahan dan bumbu.Aku terpikat oleh tekstur kental  coklat. Pekat layaknya asap yang membumbung, mengepung aku. Meneteskan  manis di ujung-ujung lidah sehingga saat terhidang di pinggan, aku tak lagi sanggup memilih antara pahit serbuk kopi atau menghulu menghilir mengikuti alur air.


Terkadang, Aku berharap  kau adalah serdadu  yang selalu patuh  dan bukan  kekasih yang  pakar  menakar  seberapa asam dan seberapa  tajam pula seberapa panjang perjalanan  ke masa silam? Karena lidahku perih berseteru dengan sisa getah, manis gula, kapulaga dan cemburu yang melekat di bebilah  pisaumu.


Di ujung lidah api, di pintu maut sepi, dipinggan putih ini kupersembahkan suatu menu baru. sebuah chocolate mouse taart ala resto ternama. Bahan dasar coklat pekat. Pekat layaknya asap yang membumbung, mengepung  aku. Manis  serupa manggis. Merah  sewarna darah. Darah jantung hatiku.

Thursday, February 9, 2012

Bagaimana kugambarkan rasa cinta?

Cinta ayah :
Setetes embun yang tampak bening
Dipucuk-pucuk  rimbun

Cinta ibu :
Semurni air susu yang tersisa di liur bayi

Cinta Sahabat :
Sehangat selimut yang menutupi ruang hati

Cintamu padaku :
Setajam belati yang baru saja kau tusukkan ke ulu hati