Wednesday, January 9, 2013

Sepasang Sepatu

Sayang....
Kita adalah sepasang sepatu yang angkuh
 Nekat melawan arus waktu namun tumbang tersandung kepedihan

Memang, Kepedihan lah yang mempertemukan kita. Memperkenalkan kita sebagai sepasang sepatu tua yang diayun ayun takdir  usang. Hidup kita adalah petualangan  setengah airmata setengah dusta dan kita hampir merampungkan separuh perjalanan sambil membayangkan mengapa udara yang kita hirup dan hembuskan, hanya bisa kita rasakan dengan pikiran mengambang?

Sayang ...........
Apakah kita harus berhenti disini? Di mimpi yang membuat hidup kita sangat nyenyak. Langkah sepatu kita  kian jauh. Jauh  melanglang- melangkahi berjalan- menapaki ,  menjauh dari kenyamanan yang sukar kita sentuh. Kebahagiaan mungkin hanya pil pahit yang membuat hati kita semakin sakit?

Kita adalah sepasang sepatu....
Bertemu, berkenalan, berjalan berdampingan menempuh perjalanan waktu yang rapuh. Saat tiba diruang tunggu, kita diam  mencemaskan  nomer tempat duduk dan waktu keberangkatan. Sayang! katamu,” Jangan pernah menyerah! kita  hanya perlu memastikan  kota tujuan, selama bepergian ke tempat yang sama.................kita berdua adalah sepasang sepatu yang sempurna”

Berlari ke arah waktu, bukan berarti terbuang dan menjauh....
Sebelah sepatuku manalah mungkin bermakna bila langkah kakimu tak menemaninya?
(Bekasi, 09 Januari 2013)

Sunday, October 7, 2012

Gosip........Gak Sippppp Ahhhhh!!!!

Kalau disuruh milih, mau bicara atau mendengar pembicaraan, gue pasti akan milih yang kedua. Apalagi kalau yang ngomong punya keahlian berbicara sambung menyambung ga  putus kayak kereta api . gue bakal nyaman duduk  kayak anak yang lagi mendengar dongeng dibacakan. Sambil mengagumi kemampuan berbahasa si penutur cerita . jujur banget, menurut gue orang yang bisa bicara ga putus2 adalah orang yang paling berpengaruh . coba aja, dari salesman kelas kacangan sampai pidato kenegaraan, kalau disampaikan karena kemampuannya berbicara ga putus, walaupun kadang isinya banyak ga jelasnya,  langsung deh orang akan tertarik. Dibandingkan kalau disela pakai : hmmm, ehhh, anuuuu, apa yaaa???ihhh, ilfill ahh...

Kemampuan bicara yang gue mw omongin nih rada-rada negatif arahnya. Soalnya berhubungan dengan kebiasaan buruk  membicarakan kejelekan, kegagalan, kekurangan orang lain. Alias ngegosip. Ga munak, kadang-kadang gue juga nimbrung, ikutan mendukung pembicaraan dalam bentuk pasif: anggukan, gelengan kepala atau  sekedar kasih respon; masak sihhh? Yang bener, cin??gilaaa....beneran tuh??? Hmmm....kualitas buruknya sama aja kan sama yang aktif bicara??

Yaaaaa gitu deh. Gosip emang  aktifitas ga jelas dan ga bertanggungjawab yang ga pernah surut peminat. Ada aja beritanya, dimana aja tempatnya ga jadi masalah. Entah itu hanya 2 orang, 4 atau bahkan berjemaah sekalipun. Sejam dua jam bahkan semakin lama menghabiskan waktu justru itulah yang seru. Kalau mulut-mulut mulai terdiam karena kelelahan bercuap-cuap, pasti ada yang bakal memancing dengan kalimat: ‘ehh tapi lo tau ga kalau....’  atau ‘ ihhh tapi kalau menurut gue...( ga penting kalee pendapat loe, wong yang dibahas itu masalah orang kok)

Ada pengalaman lucu. Gw pernah naik bajaj ber3 temen yang juga tetangga menuju suatu tempat. Trus saat bajaj baru berjalan 5 meter, temen gue mulai ambil ancang-ancang  untuk melakukan aktifitas kreatifnya, apalagi kalo bukan : nge-Go-sip!!! Pokok bahasannya adalah tetangga sebelah rumahnya yang  mendadak punya 5 mobil mewah, padahal menurut dia, kerjaan suami tetangga gue itu Cuma’ bolak balik’ Jakarta - Papua (perlu digaris bawahi kata Cuma yg dia pakai....emang gitu gaya orang sirik yakkk?wkwkwk  puas loe!). Suara bajaj dan volume vokal yang beneran diputar pada tingkat maksimal, saling bersaing ketat. Sampai-sampai kita gak denger suara abang bajaj yang bertanya: belok kiri atau  kanan.Dua temen gue malah bareng teriak: udah dong, bang gak usah ikut campur, ini urusan perempuan,ahh! ...lo bisa bayangin dong si abang yang keki dan langsung berhenti dtengah jalan, nengok ke arah kita bertiga, melotot dan bicara dengan keras, “kiri atau kanan, bu!!” hahahhahaha....kontan kita langsung diem seribu basa...tatuttttt.


Kalau gue pikir-pikir, susah loh menghilangkan aktivitasber gosip ini. Selama bibir dan lidah masih sempurna, kayaknya gosip bakal akan terus ada. Lagipula kecenderungan manusia adalah senang banget ngeliat orang lain itu gagal, menderita, jatuh terpuruk, dipermalukan, teraniaya....apalagi kalau korbannya adalah musuh bebuyutan, haduhhhh bakal sempurna deh gosip nya. Beda loh, kalau memperbincangkan keberhasilan orang, ..pasti ada embel-embel : “ oh ya?” “ ga percaya gue” “ yang buenerr lohhh” haduhhhh emang ga happy apa kalau liat orang lain  bisa sukses, kaya dan bahagia???pliss dwehh...

Kadang gue juga intropeksi. Walaupun gue bukan orang yang seneng ngeramein ajang gosiper ini, tapi gue juga ngerasa ga fer deh kalo gue ikutan mengangguk, menggeleng dan melotot takjub terhadap isi dari perbincangan itu. Pasif atau aktif kayaknya beda-beda tipis. Kayak gosiper itu malingnya,mungkin  gue yang pendengar bisa digambarkan adalah penadahnya...sami mawon kan?. Seringkali emang gue terbuai dengan berita-berita miring menyangkut orang lain, padahal mungkin aja semua itu ga bener. Atau kalau emang ternyata semua itu benar, lalu....apa itu masalah buat loe? Enggak juga kan, apa sih sebenernya yang coba untuk dipuaskan?? Kagak ada...nambah dosa, mah iya! Apalagi kalo dibalik posisinya,  gue yang jadi bahan gosip....haduhhhhh stress langsung deh!?

Gitu deh ....Gosip mungkin ga bakal bisa dihilangkan, tapi daripada gue cape-cape merubah dunia (lagian mission imposible kaleee) mending gue berusaha untuk merubah diri  sendiri dulu.   Merubah cara berpikir gue dulu. Jangan negatif thinking sama orang lain, yang merupakan cikal bakal gosip bertunas.orang lain pastinya sama ama gue, ga suka dirinya dijadiin central pembicaraan negatif. Dan yang pasti, Berani  Say No to Gossip!  Semoga berhasil!Tingggg!!













Saturday, October 6, 2012

Lo, Gue Semoga Ga End!

Waktu sma gue punya 3 temen akrab yang kemana-mana kita udah kayak semut bererot, slalu always bersama tak terpisahkan. Kemana-mana kecuali ke wc doang kali dan pulang sekolah balik ke rumah  yang ga bareng (kan rumahnya beda-beda jadi pulang ke rumah masing-masing dong)
Ga jelas awal kekompakannya dari mana. Pokoknya kalau ketemu cucok aja rasanya. Kalau ga ketemu, kayak ada yang gimanaaaaa gitu. Dari hal-hal konyol  ga jelas sampai yang jelas-jelas ga masuk akal, sudah pernah kami alami bersama. Dari serius belajar, ngejar-ngejar nilai buat muasin ortu sampai ngejar-ngejar penyiar radio yang bersuara empuk dihati,  tapi ternyata punya wajah yang ga layak diperebutkan. Semua sudah. Jailin guru, sering! bolos pernah, nyontek kadang-kadang kalau kepepet, godain cowok ga pernah absen...pokoknya anything lah hal aneh yang pernah dikerjain remaja jaman gw, semuanya kita sudah  alami.
Kerennya, kita ber4  punya buku diary yang selalu merecord kejadian-kejadian aneh yang terjadi. Detail. Sampai titik koma segala. Semoga aja bukunya masih ada. Terakhir gw inget diserahin untuk disimpan dengan penuh kesungguhan pada salah seorang  dari kita.
Tapi ternyata, Kebersamaan emang ga ada yang abadi. Gw dan  3 temen gw pun begitu. Setelah puas ber hahah hihii maka masa-masa happy sma berlalu,  masing-masing menemukan jalan nasibnya sendiri. Temen gue ada yang ngelamar di salah satu provider telekomunikasi ternama di indonesia, ada yang kerja jadi pegawai swasta, ada yang ibu rt, nah gue kebeneran kebetulan terdampar di ibukota jakarta. Kuliah, kerja, trus ketemu pasangan hidup juga di Jakarta. Lama kita ga bersua. Vakum. Sibuk masing-masing. Tapi gue dari dulu punya filosophi sendiri tentang waktu. Waktu itu bisa menjadi pembukti, pemurni, pengikat atau bahkan bisa juga penghianat no 1.
Nah bicara soal waktu, ehhhh.....sekujung-kujung buneng....alias tiba-tiba atau sekuonyong-kuonyong, gw ketemu lagi ama sohib-sohib lama gue ini. Seneng deh ngeliat mereka tampil sehat dan okeh. Seperti biasa rame dan seru. Cerita ga ada abis2nya. Balap-balapan kayak anak sd rebutan jawab pertanyaan guru.
Tapi tentunya tidak ada yang tetap sama. Manusia selalu dinamis sifatnya, bergerak dan berubah. Sesuai dengan tuntutan jamannya. Gue juga ga bilang gue tetep pribadi yang seperti dulu: ramah, baik hati, selalu tersenyum dan tidak sombong. Pastilah waktu sudah berhasil mentransform kita ber4 menjadi pribadi yang gue yakin lebih dewasa atau mungkin juga ga dewasa-dewasa amat.
Tapi, bagi gue pribadi, harusnya dari sekian banyak sim salabim abrakadara itu, tetap  ada yang ga boleh berubah dong. Harusnya masih ada yang tetap tinggal sama dan ga boleh karena waktu dan jaman canggih bisa dipengaruhi. Yaitu persahabatan!lo boleh aja berubah tambah cantik, seksi, fahion, glamor,  atau mungkin jadi gendut, item, keriput  atau apalah sebut saja perubahan paling ekstrim yang pernah dialami mahluk hidup baik secara fisik maupun mental, tapi nilai persahabatan dan rasa didalam hati yang mengikat hubungan diantara kita, itu harusnya tinggal tetap. Perasaan senasib sepenanggungan. ikut terluka bila yang lain disakiti, ikut bahagia untuk yang lain walaupun diri kita mungkin sedang kecewa. Tak ada keinginan untuk saling menjatuhkan tapi sebaliknya  mengangkat dan membela walau kita tahu mungkin sahabat kita tidaklah benar.

Tapi sekali lagi itu idealnya. Sempurnanya  dan sejati nya sebuah persahabatan itu adalah berdiri bersama menghadapi terjangan badai gelombang dan bukannya saling menjatuhkan lalu tetap merasa nyaman dengan itu..
Halahhhhh... Nyambung ga seeh? Intinya ni karangan apa coba??? Lama-lama kok ya kayak curahan hati pribadi? Bodo ah!Kagak ada inti2an. Gue Cuma nulis apa yang ada di hati gue lalu gue transfer ke otak.
Kalau bisa gue simpulin sendiri (yaeyalaahhh, masa disimpulin rame2?? wong gue yang ngarang kok)
Ini , Kerinduan gue tentang sebuah hubungan persahabatan sejati. Keinginan gue agar orang- terdekat gw tetap menjaga ikatan persahabatan tulus.Keinginan gue untuk bisa menjadi yang sejati buat para sahabat. Kalau ideal masih terlalu jauh, paling ga melakukan yang terbaik yang gue bisa, itu sudah cukup. Harap-harap orang lain, mending diri sendiri maju duluan. Dan sebelum tulisan ini menjadi lebih ga nyambung lagi...sebaiknya gue cukupin sampai disini.