Saturday, October 6, 2012

Lo, Gue Semoga Ga End!

Waktu sma gue punya 3 temen akrab yang kemana-mana kita udah kayak semut bererot, slalu always bersama tak terpisahkan. Kemana-mana kecuali ke wc doang kali dan pulang sekolah balik ke rumah  yang ga bareng (kan rumahnya beda-beda jadi pulang ke rumah masing-masing dong)
Ga jelas awal kekompakannya dari mana. Pokoknya kalau ketemu cucok aja rasanya. Kalau ga ketemu, kayak ada yang gimanaaaaa gitu. Dari hal-hal konyol  ga jelas sampai yang jelas-jelas ga masuk akal, sudah pernah kami alami bersama. Dari serius belajar, ngejar-ngejar nilai buat muasin ortu sampai ngejar-ngejar penyiar radio yang bersuara empuk dihati,  tapi ternyata punya wajah yang ga layak diperebutkan. Semua sudah. Jailin guru, sering! bolos pernah, nyontek kadang-kadang kalau kepepet, godain cowok ga pernah absen...pokoknya anything lah hal aneh yang pernah dikerjain remaja jaman gw, semuanya kita sudah  alami.
Kerennya, kita ber4  punya buku diary yang selalu merecord kejadian-kejadian aneh yang terjadi. Detail. Sampai titik koma segala. Semoga aja bukunya masih ada. Terakhir gw inget diserahin untuk disimpan dengan penuh kesungguhan pada salah seorang  dari kita.
Tapi ternyata, Kebersamaan emang ga ada yang abadi. Gw dan  3 temen gw pun begitu. Setelah puas ber hahah hihii maka masa-masa happy sma berlalu,  masing-masing menemukan jalan nasibnya sendiri. Temen gue ada yang ngelamar di salah satu provider telekomunikasi ternama di indonesia, ada yang kerja jadi pegawai swasta, ada yang ibu rt, nah gue kebeneran kebetulan terdampar di ibukota jakarta. Kuliah, kerja, trus ketemu pasangan hidup juga di Jakarta. Lama kita ga bersua. Vakum. Sibuk masing-masing. Tapi gue dari dulu punya filosophi sendiri tentang waktu. Waktu itu bisa menjadi pembukti, pemurni, pengikat atau bahkan bisa juga penghianat no 1.
Nah bicara soal waktu, ehhhh.....sekujung-kujung buneng....alias tiba-tiba atau sekuonyong-kuonyong, gw ketemu lagi ama sohib-sohib lama gue ini. Seneng deh ngeliat mereka tampil sehat dan okeh. Seperti biasa rame dan seru. Cerita ga ada abis2nya. Balap-balapan kayak anak sd rebutan jawab pertanyaan guru.
Tapi tentunya tidak ada yang tetap sama. Manusia selalu dinamis sifatnya, bergerak dan berubah. Sesuai dengan tuntutan jamannya. Gue juga ga bilang gue tetep pribadi yang seperti dulu: ramah, baik hati, selalu tersenyum dan tidak sombong. Pastilah waktu sudah berhasil mentransform kita ber4 menjadi pribadi yang gue yakin lebih dewasa atau mungkin juga ga dewasa-dewasa amat.
Tapi, bagi gue pribadi, harusnya dari sekian banyak sim salabim abrakadara itu, tetap  ada yang ga boleh berubah dong. Harusnya masih ada yang tetap tinggal sama dan ga boleh karena waktu dan jaman canggih bisa dipengaruhi. Yaitu persahabatan!lo boleh aja berubah tambah cantik, seksi, fahion, glamor,  atau mungkin jadi gendut, item, keriput  atau apalah sebut saja perubahan paling ekstrim yang pernah dialami mahluk hidup baik secara fisik maupun mental, tapi nilai persahabatan dan rasa didalam hati yang mengikat hubungan diantara kita, itu harusnya tinggal tetap. Perasaan senasib sepenanggungan. ikut terluka bila yang lain disakiti, ikut bahagia untuk yang lain walaupun diri kita mungkin sedang kecewa. Tak ada keinginan untuk saling menjatuhkan tapi sebaliknya  mengangkat dan membela walau kita tahu mungkin sahabat kita tidaklah benar.

Tapi sekali lagi itu idealnya. Sempurnanya  dan sejati nya sebuah persahabatan itu adalah berdiri bersama menghadapi terjangan badai gelombang dan bukannya saling menjatuhkan lalu tetap merasa nyaman dengan itu..
Halahhhhh... Nyambung ga seeh? Intinya ni karangan apa coba??? Lama-lama kok ya kayak curahan hati pribadi? Bodo ah!Kagak ada inti2an. Gue Cuma nulis apa yang ada di hati gue lalu gue transfer ke otak.
Kalau bisa gue simpulin sendiri (yaeyalaahhh, masa disimpulin rame2?? wong gue yang ngarang kok)
Ini , Kerinduan gue tentang sebuah hubungan persahabatan sejati. Keinginan gue agar orang- terdekat gw tetap menjaga ikatan persahabatan tulus.Keinginan gue untuk bisa menjadi yang sejati buat para sahabat. Kalau ideal masih terlalu jauh, paling ga melakukan yang terbaik yang gue bisa, itu sudah cukup. Harap-harap orang lain, mending diri sendiri maju duluan. Dan sebelum tulisan ini menjadi lebih ga nyambung lagi...sebaiknya gue cukupin sampai disini.




No comments:

Post a Comment