Friday, August 13, 2010

Kasmaran


Jangan panggil aku pujangga
Bunga perdu liar hanya sampai matahari bersinar
Daunnya bergegas merapat
Entah malu pada siapa

Semusim ini banyak kisah
Yang tergantung pada ranting-ranting rapuh
Pohon ara yang buahnya angan
Jika tak cukup tanah meresap hara
Bisakah angan merupa?

Kucari di dinding langit
Sekeping kata untuk digubah
Menjadi rangkaian mantera
Mengejar mantera yang berlompatan entah
Karena apa…
Hidupku sunyi bila kau tak kusua
mari…ragamu kucumbui
genderam hasrat bertabuh tak henti
Sadarlah!
Kasmaran aku padamu…ooh puisi.


Bekasi,  Maret 2009

No comments:

Post a Comment