Apakah cinta punya rasa? aku yakin begitu...rasanya manis seperti coklat.teksturnya lembut saat hancur dilidah, ada sensasi lain seperti karamel, mint, nuts dll..tapi tetaplah rasanya manis, legit, bikin ketagihan.
aku ingat saat pertama kali bertemu dirimu. aku minder dan penyendiri. temanku hanya buku dan tempatku adalah dibawah pohon yang tumbuh sendiri berdekatan dengan perpustakaan sekolah. setiap hari aku disana. setiap siang saat jam istirahat sekolah.duduk dan membaca. Kadang membaca buku yang itu itu juga. sama sekali tak bosan. bukan tak punya teman. tapi aku tak suka mereka (dan kemungkinan besar mereka juga tak suka aku).mereka terlalu banyak bicara, terlalu banyak tertawa. bagiku mereka hanyalah sekumpulan tukang gosip yang berteriak histeris saat ada seseorang yang dianggap idola lewat (padahal, ihhh ga cakep-cakep amat).
tapi akupun mengganggap diriku sendiri aneh. 14 tahun.remaja. penyendiri. tertutup.tak seorangpun di sekolah itu merelakan diri menjadi temanku kupikir.tapi apa peduliku? aku punya banyak buku. dan pohon kesayangan, tempat aku duduk membaca, sudah seperti pelindung setia.sempurna bukan? aku sudah tidak butuh siapa-siapa lagi.
sampai kau datang. siang itu ...tak mungkin aku lupa.kau tak bicara. dua batang coklat kau ambil dari saku rokmu."nih..buatmu!" aku pikir nih orang pastilah lebih aneh dariku. melihat mukanya saja baru kali ini. siapa dia? sok akrab menawariku dua batang coklat (yang lumayan menggiurkan) tapi wajahnya serius sekali. aku hanya diam memandangnya. lalu memandang 2 batang coklat ditangannya.aku berpikir.menimbang, belum memutuskan, hatiku curiga, apa maksudnya?
lalu tanpa ragu dia meraih tanganku dan menyerahkan 2 batang coklat itu." äku loni, adik kelasmu...kamu vicDA, kan?"...tanpa permisi duduk disampingku, dibawah pohon pelindungku, wilayah kedaulatanku...(kau pikir siapa dirimu, nona!)
"aku mau kita berteman. aku mau kau jadi sahabatku" (super aneh...ini pemaksaan!! dia kira aku bisa disogok 2 batang coklat?)..hmm itu bukan aku. ''tunggu....kau pikir, dengan datang kemari membawa ini (aku menunjuk 2 batang coklat ditanganku), lalu aku bersedia berbagi tempat ini denganmu?'' eh ehm aku menggeleng. ''aku ga kenal kamu, maksud kamu juga aku ga ngerti". hehehehe... dia tertawa ringan."'kamu memang tidak kenal siapa-siapa selain dirimu, karena itu kalau aku jadi sahabatmu, paling tidak selama bersekolah disini kamu punya 1 orang yang kamu kenal"'...''sudahlah, aku ga bermaksud jahat kok.duduk sini...kita makan coklat bareng-bareng...!''
sesimpel itu.sesederhana itu. pertemuanku dengan mu. persahabatan kita. coklat itu memang menjadi simbol sebuah hubungan yang indah, agung, tulus. kau tak pernah sekalipun datang menemuiku tanpa 2 batang coklat. kenapa harus coklat? kenapa harus 2? aku tidak tau. mungkin karena coklat itu manis, saat dikulum terasa lembut, efeknya menenangkan lalu membuat ketagihan....saat kita menikmati, kita tak perlu banyak bicara, karena mulut kita sedang penuh. kemanisan yang terasa sampai gigitan terakhir....
18 tahun kita bersama....cinta coklat tak pernah aku lupa.aku mengenal persahabatan karenamu.mengenal cara berbagi, tau bagaimana berempati.berdua denganmu aku merasa bukan aku satu-satunya orang aneh (salahmu mau berteman denganku, sehingga sekarang tampak ada 2 orang aneh.dibawah pohon rindang itu...hhheheheh)
saat ini sahabatku tentu saja bukan hanya kau. tapi Loni tetaplah yang paling istimewa. bagiku cinta yang lahir dari 2 batang coklat telah mengubah hampir seluruh hidupku. caraku memandang kehidupan dan lantas bagaimana menikmatinya.
seperti coklat, bila kau kunyah terlalu tergesa, kau akan kehilangan sensasi nikmatnya walaupun tak hilang rasa manisnya. kelembutan teksturnya belum lah singgah diujung lidahmu saat kau buru-buru menelannya. dan...klik!!!perutmu langsung terasa penuh.kau tak akan mau lagi!
Menurut Loni, begini coklat harusnya dinikmati: jangan pernah memakan coklatmu sendirian, kau harus membaginya bersama seseorang yang kau anggap special (dengan demikian citarasanya akan lebih terasa-dan mungkin karena itu dia selalu memberiku 2). jangan pula kau makan ditempat sembarangan (aku ga ngerti kalau yang ini. pastilah karangan bebasnya, ) tapi ada benarnya juga. saat aku menatap pohon yang tumbuh sendiri disamping perpustakaan sekolah itu, pastilah aku ingat ritual kami berdua. baca buku dan makan coklat. tertawa sampai sakit perut...terus terakhir bertanya: rasa apa coklatmu?
dan yang terakhir: kau harus mengulumnya. jangan mengunyah buru-buru. nikmati setiap gigitannya,kecap perlahan manisnya...apakah ada rasa lain yang tercampur": rum, mint, kacang....terus kau kulum diantara gigi dan lidah ...sampai kelembutan tekstur bisa mengirim sinyal ke otak...ini bagian penting yang nikmatnya luar biasa.percayalah sobat, sampai gigitan terakhir kau takkan menyerah...kau akan ketagihan.
persahabatan tak jauh jauh dari itu. kebahagiaan dan ketulusan jangan pernah jadi milik pribadi...berbagilah...niklmatilah perlahan. jangan tergesa mengambil kesimpulan saat hubungan memburuk, kau belum sampai pada gigitan yang terakhir....teruskanlah, jangan kau berhenti. walau tak selamanya indah tapi pasti rasanya tetap manis. sehingga saat kau benar-benar menelannya kau akan menemukan esensi sebuah persahabatan adalah selalu percaya pada apa yang kau yakini, memberi saat kau mungkin tak punya apa-apa, dan terakhir ...bertanyalah dengan gigi yang masih bersisa coklat disana sini:apa rasamu, kawan?...'punyaku...kacang mede...nikmat luar biasa. kita memang pasangan beda yang sempurna. tak kan pernah ada rasa kenyang, tak ada kata cukup bagi persahabatan.selalu kurang...bahkan ketagihan. ketagihan untuk menjalin persahabatan baru. ketagihan untuk menabur benih manis yang lain.
No comments:
Post a Comment