: DAN
Dee...ceritakan tentang duniamu, yang warnanya biru, bergelombang dan tak berdasar itu. mengapa kau betah menghirup wanginya yang asin dan tak bosan berlama-lama memandang tanpa tau sudah berapa jauh kau dariku
Dee.....kupikir setelah pertemuan hari itu, akan ada yang berubah. aku mengira-ngira, apakah ada yang salah?. mungkin kau tidak suka pada caraku berbicara, tertawa, atau pada warna lipstik yang kupakai, bentuk alis dan juga hitam maskara?. apakah aku terlalu menor dan bajuku terlalu minim? apakah tanganku yang sengaja kukibas-kibas terlihat genit dimatamu?Ah Dee...aku hanya ingin terlihat sempurna. Aku teringat iklan sebuah parfum di tv: 'kesan pertama begitu menggoda...selanjutanya terserah anda"...seandainya kau tau itu, tentu kau akan tertawa. aku juga ingin mentertawai diriku sekeras-kerasnya.....betapa aku terlihat seperti seorang idiot di depanmu. tapi kau tenang,Dee...bahkan kelewat tenang untuk sebuah pertemuan awal. tak ada kesan grogi...senyummu terus mengembang, matamu tajam menatap. aku rasa kau menyadari, betapa aku sedang terpesona.
Dee...semalam kita bicara banyak. Mendengarmu seperti me-recharge energi baru untuk hidup. Ah, Dee..kalau tertawa adalah terapi terbaik bagi luka, maka malam itu aku bisa tertawa lepas dan begitu bebas. Tidakkah kau merasa kita aneh, Dee? ditengah malam buta kita sibuk mecari signal telepon genggam yang kadang susah diajak mengerti hati. berlari kesana kemari mencari titik koordinat yang tepat agar garis bar di hp tetap pada posisi pas untuk bicara...ga putus nyambung, karena dikerjain lokasi daerah yang belum tersentuh tower-tower provider....
"ugh...ga kedengeran....." ..."jauh banget suaramu..."....."kok putus-putus sih?" begitulah...dijaman yang serba canggih ini, komunikasi kita masih seperti dua kaleng susu yang ditarik seutas benang panjang.....
Dee...aku selalu ingin kau ganggu. dengan telepon, bunyi bbm , atau sekedar sms sederhana : Apakah kamu sudah makan?Tak peduli pagi subuh, siang bolong atau tengah malam sekalipun. aku akan dengan senang hati meladeni bicaramu yang ngalor ngidul ga ada judul itu. kadang hanya mendengarmu berdehem karena serak ditenggorokan saja, itu sudah sangat menghiburku. membayangkan saat kau bicara wajah kita berhadapan. memandangmu dari jarak 5cm, menyentuh hidungmu yang bangir dan mengelus kulit mukamu yang halus mulus tanpa jerawat. Dee.....hatiku sakit sekali....karena ternyata kau berada ribuan mil dari ku.
Apakah kau sadar Dee, Jarak telah menjebak kita, menggoda untuk terus berprasangka, menjauhkan kita dari ketenangan sebuah hubungan yang harusnya dibangun atas dasar saling percaya?. Andai kau tak menutup pintu terlalu rapat, agar dalam diampun kusanggup mendengar harapan dan keluh kesahmu.
Ahhh...Dee, mengapa sulit bagimu untuk mengartikan isyarat mata hati yang kulempar berkali-kali?!!
No comments:
Post a Comment