Martha, kalau malam ini kita bisa tergelak
Itu mungkin karena sisa minuman yang kutenggak
Sudah habis dibajak, masa tenggangnya
Aku jadi mabuk kepayang
Mengulang angan-angan yang sempat jadi usang
Martha, apakah aku pernah bilang, hidup adalah lagu
Yang coba kau dendangkan sambil makan malam
Diantara 2 lilin yang remang-remang???
(btw, jangan kau lupa syairnya...’biru’ dari Vina Panduwinata)
Martha, katamu : nikmati saja hidup
Namun kalau gelisah hanya bisa diperam
Dalam diam
Lalu bening apa yang disudut matamu itu??
Bagiku, rahasia hidup hanya mampu
Dipahami saat kita mengalir merupa sungai yang berujung muara
Tempat paling bahagia untuk bisa memberi dan menerima
(semoga waktu sanggup memaknai sebuah pertemanan)
No comments:
Post a Comment