Friday, August 13, 2010

Kenangan

Mengingatmu, hatiku memerah darah.
Pada rumput, pada awan juga rintik gerimis, aku pernah menitipkan sajak rindu. Dan kini saat aku tak lagi dapat membaca tanda cuaca, dimana perginya rinduku itu?.hujankah yang membawanya hilang?atau darahku sudah tak lagi merah?

Mengenangmu, adalah mencium kepulan asap rokok yang surut diujung-ujung gaunku.
Tak ada senyum dimatamu yang muram.atau mungkin juga warna hujan senja itu membuat suasana semakin suram? Aku mengerti…api dihatimu sudah kau biarkan padam. Tinggal kepingan- kepingan kayu arang yang membawa aku dan kau pada kesunyian.

Sayangnya, aku tak paham membaca garis tangan.Kisah perjalanan atau juga suratan. Tak terbayang suatu pagi aku akan terbangun karena bingung.”Beri aku lautmu” pintaku kalut. “Jangan mangkir dari takdir, apakah luka sudah membuat kau lupa…?”Lautku hanya gelombang liar ..sungguh, aku tak mau kau mabuk sampai hilang rasa” katamu parau..

Pada rumput, pada awan juga rintik gerimis, aku pernah menitipkan sajak rindu. Dan kini setelah lama terlupakan, Aku mengerti apa itu kesendirian …aku mengerti apa arti kehilangan angan.




Bekasi, Juni 2009

No comments:

Post a Comment