Wednesday, November 17, 2010

Pantai Parangtritis




Apa makna Parangtritis bagimu? Jejak kita pernah bertebar serak di pasirnya  Lalu gulungan ombak dengan ringan menghapusnya hilang. Membasahi kaki kita dan menggulung habis  setiap senja yang kita tanam.  Matamu jingga dan senyummu merah ..

”Jangan pernah berhenti”bisikmu terbawa langkah angin

Apa makna Parangtritis bagimu? Sesungguhnya ia telah mengingatkan : arah angin janganlah dilawan, akhiri sebelum perih. Tapi, langkah kita tak jua surut. Berharap kisah tak cuma berujung di riwayat. Berandai-andai, bila mimpi kita tak kan larut oleh karat asin laut, dan cinta kita tak kan runtuh  dirajah tubuh waktu. 

(Tapi dasar!! Waktu memang penghianat nomer satu. Dan ternyata mimpi tercatat sebagai bunga tidur yang kerap bicara dusta)

Pada kenyataannya, kita berhenti sampai disini. Langkah kita  renta. Ragu: antara enggan  atau maju. Meredam segala hasrat agar luka berhenti menganga. Berhenti memerah. Hilang kata. Kering segala. Tak mampu lagi menembus batas cahaya, yang dulu menghadirkan warna. 

Apa makna Parangtritis bagimu? Di pasirnya aku menggali kuburan bagi kata-kata, bagi janji kita. Melarutkan jarak agar bagimu jejakku tak lagi terlacak. Dan untuk yang terakhir kali, menulis sajak di butiran pasir  “aku  tak kan pernah berhenti”


Di pantai Parangtritis, angin membawanya pergi…..


Jogja, 10 September 2010

No comments:

Post a Comment